Ini dia rekap singkat perjalanan panjang Judas Priest buat nambah-nambah pengetahuan lo Jangan ngaku anak metal kalo lo gak ngeh sama band yang satu ini. Yap, band heavy metal asal Inggris ini emang udah jadi sarapan wajib buat anak-anak metal terutama mereka yang gede tahun 70an. Setelah 30 tahun lebih berkarya dan ngeluarin 15 studio album, Judas Priest mutusin untuk berhenti dan berpisah lewat Farewell Tour-nya ke beberapa kota besar di dunia, termasuk di Singapura malam ini dengan promotor LAMC Productions yang juga menggandeng band metal papan atas, Lamb of God sebagai bintang tamunya!

Perjalanan Judas Priest sendiri dimulai pada September 1969 di Birmingham, UK, dengan formasi awal Al Atkins (vokal), Bruno Stappenhill (Bass), Ernie Chataway (gitar), dan John Stappenhill (drum). Gak sampe 1 tahun, formasi awal ini bubar dengan cuma ninggalin Al Atkins sebagai satu-satunya anggota. Al Atkins yang kebetulan lagi main-main di pub bernama Holy Joe’s, bertemu dengan Kenny Downing, Ian Hill, dan John Ellis. Eeeh, formasi ini juga gak awet karena Al Atkins pun minggat di tahun 1974. Pacar Ian Hill kemudian merekomendasikan adiknya sendiri, Rob Halford untuk ngetes jadi vokalis. Tau nama yang terakhir ini? Pastinya lo tau, soalnya doi bakalan jadi salah satu ‘dewa’ Metal yang punya pengikut puluhan ribu di seluruh dunia.

foto: rockpic.net

Band yang terkenal dengan gaya leather-and-studs-nya ini baru meraih kesuksesan secara komersil setelah doi merilis album ke-4, Killing Machine, di tahun1978.  Di album inilah Judas Priest mulai mengadaptasi gaya berpakaian jaket kulit hitam-hitam yang macho berat itu.  Formula musik heavy metal yang tetap garang namun juga catchy dan komersil di album ini juga mulai dipake di album-album berikutnya dan meraih kesuksesan besar. Album berikutnya, British Steel, mulai menelurkan singles yang cukup ngehits. Lagu-lagu seperti Breaking the Law dan Living after Midnight jadi sering masuk ke playlist radio-radio lokal di US sana. Karena kesuksesannya itu, Judas Priest mulai menggunakan formula ini di album-album berikutnya dan meraih kesuksesan besar di seluruh dunia.

Namanya band metal yaa pasti ada saat-saatnya bermasalah yah, begitu pula dengan om-om dari Judas Priest ini. Di tahun 1990, Judas Priest dituntut dan harus menjalani persidangan akibat dianggap terlibat dengan kasus bunuh diri 2 orang anak muda di tahun 1985 di Nevada, USA. Keluarga korban menganggap, lagu Judas Priest yang berjudul Better by You, Better than Me dari album Stained Class memiliki pesan tersembunyi yang membuat kedua anak muda yang juga fans band ini melakukan aksi bunuh diri. Judas Priest sendiri akhirnya dinyatakan gak bersalah.

Setelah 33 tahun berkarir dan nelurin banyak album berstatus platinum, pada tahun 2011, mereka menyatakan akan berpisah dan menggelar Farewell World Tour.

“”I think it’s time, you know. We’re not the first band to say farewell, it’s just the way everyone comes to at some point and we’re gonna say a few more things early next year, so I think the main thing that we just want to ask everybody to consider is don’t be sad about this, start celebrating and rejoicing over all the great things we’ve done in Judas Priest.” kata Rob Halford tentang keputusannya itu.

Dengan formasi Rob Halford (vokal), Ian Hill (bass), Glenn Tipton (gitar), Richie Faulkner (gitar), dan Scott Travis (drum), Judas Priest pastinya bakalan tampil pol-polan untuk ngasih memori paling indah buat para fans beratnya dari berbagai usia. Fort Canning Park, 20 Februari jam 7 malam, akan menjadi saat yang paling menegangkan dan membahagiakan bagi para fans Judas Priest di Singapura dan sekitarnya. Dengan bantuan Lamb of God sebagai band pembuka, jangan kaget kalo Fort Canning Park malam ini bakal bergemuruh luar biasa menyambut pesta perpisahan legenda hidup di kancah metal dunia ini.

Category: Music

Tags: , , ,