Pagi-pagi buka berita dari Yahoo! langsung disambut dengan sebuah berita besar bahwa seorang anak muda asal Indonesia berprestasi di sekolah bolanya Manchester United. Sebagai fans Manchester United sekaligus orang Indonesia, gua langsung merasa bangga dong. Anak Indonesia ada yang bisa latian di sekolah bolanya Manchester United!! Trus katanya berprestasi lagi! Waw!

Tertarik mencari lebih lanjut, gua langsung browsing di Google. Ternyata berita serupa sudah tersebar di dunia internet dan semuanya berasal dari site lokal. Dan saat itulah gua sadar: apakah bocah yang satu ini adalah korban terbaru dari sebuah blow up yang kesiangan? Seperti halnya Angelique Wijaya yang tiba-tiba diperlakukan bak pahlawan nasional setelah menang Wimbledon Junior (padahal dia berangkat sendiri, latian sendiri, pemerintah gak tau apa-apa sampe doi juara), sepertinya bocah yang satu ini bisa memiliki nasib yang serupa.

Mungkin dalam waktu dekat ketua umum PSSI akan menyatakan kekagumannya akan prestasi bocah ini, seolah-olah PSSI ada hubungannya dengan prestasi anak yang satu ini. Memang benar, si Hanif ini pernah membela tim U-13nya Indonesia, tapi yakin tuh bahwa itu yang bikin dia jadi pemain berbakat? Kalo menurut gua, justru itu kebalikannya. PSSI U-13 yang beruntung diperkuat pemain semacam Hanif.

Trus kalo sampe si Hanif bisa belajar bola di sekolah bolanya Manchester United, apakah itu karena PSSI? Udah pasti bukan dong. Seperti yang ditulis Jawaban.com, Hanif berangkat tidak ada campur tangan PSSI. Palingan ntarnya PSSI cuma numpang bangga aja. Trus nanti sepulangnya ke sini direbutin sama klub bola lokal dan akhirnya pengembangannya bakal jadi sama aja kayak pemain-pemain timnas senior.

Kalo buat gua pribadi, bangga bukanlah kata yang tepat. Gua lebih kepada kagum pada bocah yang satu ini. Di usia yang sangat muda udah bisa belajar bola di MU, berprestasi pula. Ketimbang memperkuat timnas, gua lebih pengen liat si Hanif ini bisa main di MU senior suatu hari nanti, atau paling ngga tim-tim eropa bagus lainnya lah. Bukan apa-apa, masalahnya kalo di Indonesia, bakatnya yang bagus cuma bakal kebuang sia-sia aja. They just don’t know what to do with talents.

Bagaimana menurut kalian? Lebih baik Hanif main di klub Eropa (kalo ada kesempatannya) atau pulang dan membela timnas?? Silahkan berkomentar!

Category: Feature, Fun Fun Fun, Sport

Tags: , , , , , , ,