Plaza Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, 29 Juli 2011

Konser musik yang dari posternya aja udah menggigit banget ini emang pas banget buat dijadiin sarana bagi para musisi untuk menyuarakan protes, unek-unek, dan kegusarannya sama isu kebebasan yang lagi hangat-hangatnya belakangan ini. Band – band yang main di acara ini pun juga ciamik banget, ada Leonardo, Bangkutaman, Harry Pochang Blues Libre, Getah, The Flowers, Efek Rumah Kaca, Navicula, dan Gugun Blues Shelter.  Acara yang sayangnya sempet molor sampe jam 7 ini dikemas cukup menarik dengan nampilin video – video dari seniman dan tokoh – tokoh publik yang menyuarakan pendapatnya tentang kebebasan menurut interpretasi mereka masing – masing.  Naah, ini ada secuil momen yang berhasil kami ambil dari 4 band yang sempet nampil di panggung. Silahkan diintip!

Leonardo, yang jadi pembuka acara langsung menggebrak lewat celetukannya di awal – awal mentas, “Pertama kali gue liat, ini acara apaan yah ? Ada gambar pak tani, trus ada warna merah sama kuningnya, gue kira ada partai politik baru.” “Yaa, semoga sosialisme bisa jadi jawaban buat Indonesia” lanjutnya lagi,yang abis itu disambut dengan sorakan penuh semangat dari audiens malam itu.

Bangkutaman jadi pengisi acara yang kedua malam itu. Sang vokalis, Wahyu Nugroho alias Acum juga langsung jadi pusat perhatian penonton ketika naik ke atas panggung lewat bintang merah mencolok yang nemplok di topinya itu. Di malam itu, mereka kebanyakan ngebawain lagu dari album terakhir mereka, Ode Buat Kota, seperti ‘Alusi’, ‘Catch Me When I Fall’ dan ‘Ode Buat Kota’.

Penonton yang masih belum panas keliatannya bakal jadi tugas berat buat pengisi acara berikutnya, Harry Pochang Blues Libre. Tapi, mereka punya trik jitu yang bikin penonton jejingkrakan. Dibuka dengan ngearansemen ulang lagu lawas milik Rolling Stone, ‘(I Can’t Get) No Satisfaction’, penonton yang tadinya cuma angguk-anggukan kepala langsung ikutan nyanyi bareng juga. Malam itu, Harry Pochang dan kawan – kawan emang tampil luar biasa. Ngebawain lagu – lagu milik Iwan Fals, ‘Bento’ dan ‘Bongkar’, serta lagu milik mereka sendiri, ‘Indonesia Juara’, Harry Pochang, lewat permainan harmonikanya, tampak gak pernah kehabisan napas sama sekali. Bahkan, beliau sempet ‘berduel’ sama seorang anak remaja yang juga ikutan ngisi acara malam itu. Mantap!

Getah jadi satu – satunya yang ngebawain musik goth-metal malam itu. Lengkap dengan atribut hitam – hitamnya, band ini juga sempet ngundang pemain harpa, Maya Hasan dan penyanyi Karissa untuk berkolaborasi di atas panggung. Sayangnya audio mereka berdua sempat mendem dan gak gitu kedengeran. Malam itu, Getah tampil ngebawain single andalannya seperti ‘Parasit Hati’ dan ‘Tabula Rasa’.

Category: Event, Music, Photos

Tags: , , , , , , , , , , , ,