Apa yang menjadi kelemahan besar dalam musik Indonesia? Dokumentasi
Apa yang menjadi kelemahan besar dalam musik Indonesia? Dokumentasi. Jawaban itu setidaknya memiliki pengertian, bahwa sebenarnya catatan / dokumen dalam dunia musik Indonesia mengandung banyak dimensi sebagai suatu kebutuhan. Jika dilihat dari fungsinya, dokumentasi dapat menjawab persoalan, tolak ukur pemikiran / pengetahuan, serta informasi masa lampau. Kehadiran sebuah catatan dalam setiap aktivitas di dunia musik Indonesia adalah dalam status dibutuhkan, bukan diinginkan. Generasi sekarang kesulitan untuk mencari informasi mengenai sejarah musik Indonesia, media yang membahas sejarah musik kita pun sangat terbatas.
Berangkat dari permasalahan di atas, kami, G Production melihat bahwa kesadaran untuk menata dokumen yang dinilai berharga belum banyak dilakukan. Lewat Djakarta Artmosphere 2010 yang telah mempertemukan / mengkolaborasikan untuk pertama kalinya sepuluh musisi / grup diantaranya kolaborasi antara The Trees & The Wild, Bonita & The Hus Band, Mocca dengan Oddie Agam, Leonardo dengan Utha Likumahuwa, Gugun Blues Shelter dengan Sylvia Sartje, dan Navicula dengan God Bless pada 20 November 2010 lalu, kita telah menjadi saksi generasi senior dengan junior berpadu untuk saling mengisi, menginspirasi serta bersinergi menghasilkan buah karya seni untuk kemajuan musik Indonesia.
Untuk itu G Production lewat G Production Pictures, mempersembahkan sebuah dokumentasi DVD berjudul “Live at Djakarta Artmosphere 2010” yang merupakan wujud ungkapan terima kasih kami kepada musisi yang sudah terlibat dalam acara tersebut, dan juga upaya kami dalam menghimpun pengetahuan bagi kemajuan musik Indonesia. Sekali lagi, ide ini berangkat dari niat yang sederhana, inilah cara kami dalam menterjemahkan arti dari arts for a better Indonesia. (by Djaksphere)
Tags: Djakarta Artmosphere
Like This Articles?
Share it To Your Friends!


