Kemarin, 25 Oktober 2010, Jakarta kembali dilanda hujan deras dan kemacetan luar biasa. Ini sebenernya adalah hal yang sangat lumrah, tapi kemarin itu sepertinya adalah salah satu macet terburuk yang pernah terjadi di Jakarta. Banyak banget orang terkatung-katung nasibnya di jalan raya dan sampe jam 23.30, jalanan masih macet banget. Ini membuat orang semakin banyak yang ngomel-ngomel dan tentu saja menuntut perbaikan. Tapi ini akan sangat sulit. Kenapa?
1. Pembangunan Kacau
Coba liat baik-baik ke sekitar lo. Berapa kali lo ngeliat jalanan di sekitar lo dibongkar pasang? Berapa kali lo ngeliat jalur Transjakarta dibenerin (dan bikin bisnya masuk jalan normal dan bikin macet)? Berapa kali lo ngeliat jalanan dibuat boleh belok terus besoknya tau-tau gak boleh belok lagi? Berapa kali lo ngeliat sesuatu dibangun dan bikin jalanan jadi macet banget? Jakarta dibangun di atas blueprint yang luar biasa gak jelas. Kayaknya tuh oom-oom yang ngebangun kota ini tuh gak mikirin sama sekali rencana dan strategi pembangunan.
2. Mental Pengemudi Udah Rusak
Mungkin para pengemudi gak bisa 100% disalahin. Masalahnya, kemacetan luar biasa ini udah bertahun-tahun terjadi dan setiap tahun rasanya tambah parah. Rasanya wajar juga kalo pengemudi kendaraan bermotor makin tahun makin beringas. Tapi sebenernya semakin beringasnya perilaku pengemudi kendaraan ini juga gak akan bikin jalanan jadi gak macet sih. Justru makin parah. Tapi jujur, gue sendiri sih gak bisa menyarankan para pengemudi untuk sabar juga.
3. Angkutan Umum Tidak Bisa Diandalkan
Salah satu solusi paling mengganggu yang ada di luar sana adalah ajakan untuk mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan berpindah ke angkutan umum. Kenapa mengganggu? Karena gue yakin orang yang ngomong kayak gitu gak pernah naik kendaraan umum. Coba liat kendaraan umum di sekitar lo. Kita jangan ngomongin angkot macem Metro Mini atau Mikrolet deh. Kita ngomongin Transjakarta aja, yang katanya “aman, nyaman, lancar, tepat sasaran”. Buat orang-orang yang mengusulkan “naik kendaraan umum untuk mengurangi macet”, pernah gak lo coba naik Transjakarta dari Setiabudi atau Dukuh Atas pada saat jam pulang kantor? Buat info aja, itu mengerikan. Udah kayak kamp pengungsian.
Angkutan umum di Jakarta sama sekali gak siap untuk mengangkut massa. Andaikata besok semua orang convert naik Transjakarta, bisa dipastikan perekonomian Jakarta akan lumpuh, karena mungkin gak ada satupun orang yang bisa sampe ke kantor. Armada terlalu sedikit dan fasilitas sangat sangat sangat sangat tidak memadai. Angkutan umum di Jakarta bisa dibilang bermain-main dengan hak asasi manusia. Kalo lo udah pernah naik angkutan umum pada jam-jam terburuknya, lo akan mengerti kenapa orang milih kendaraan pribadi.
4. Pemerintah Gak Peduli
Tapi hal yang paling ironis adalah, sebenernya semua hal di atas bisa diatasi. Andaikata pemerintah mau peduli. Problem terbesarnya adalah, mereka gak peduli sama lo. Wakil lo di pemerintahan sana lebih suka untuk studi banding mempelajari aturan larangan merokok di Yunani daripada mikirin macet. Masalahnya, ketika lo sudah ada di tingkat atas sana, praktis lo udah gak ngerasain macet. Tiap pulang dikawal foraider. Orang lagi kesel-kesel kena macet disuruh minggir. Pokoknya karena mereka “penting” banget, jadi harus cepet kemana-mana. Pokoknya orang lain gak ada yang penting deh urusannya.
“Nah tapi apa dong solusinya?? Jangan ngomel-ngomel doang tanpa solusi dong!!” pasti begitu pikir lo. Oh tenang, kita punya solusi. Gampang aja, QUIT terus NEW GAME. Uh, kita gak lagi main Sim City ya?
Category: Fun Fun Fun
Tags: 2010, 25 Oktober, banjir, bowo, fauzi, foke, Jakarta, macet, parah
Like This Articles?
Share it To Your Friends!





Si Om Says,
Lho? MEreka ke Yunani bukannya buat belajar tata cara persidangan ya? KoQ beda?
Apa emang kepergian mereka yang ga jelas ngapain?
Well, untuk jakarta, kalo ga ada kerja sama masyarakat dan pemerintah? Sperti cuman b’jalan dgn sebelah sepatu. Engga nyaman dan ga akan bagus.
Tapi emreka udah ada solusi koQ! Memindah ibu kota dan membangun Ibu Kota Ruwet yg baru.
on 26 Oct 2010 / 12:22
fanyabond Says,
Wekekek.. Mengurungkan niat sekolah d jakarta..
on 26 Oct 2010 / 13:24
IniKabarKu Says,
Paling emosi kalo pas lagi mencoba untuk bersabar di tengah kemacetan, tiba-tiba ada iring-iringan mobil pejabat lewat. Semua mobil dan motor harus kasih jalan agar sang pejabat bisa dengan leluasa jalan.
Apalagi kalau jalanan sampai diblokir nunggu sampai pejabat itu lewat, waktu blokir jalan bisa sampai 15 menit! Gimana pejabat itu bisa tahu kalau jalanan macet!?
Masih mending kalo kasih jalan buat ambulance karena masalah nyawa orang.
on 04 May 2012 / 09:32